Background

Friday, December 13, 2013

Komentar Mereka tentang Dies Natalis ke-49 Unesa


Tahun ini Unesa telah berumur 49 tahun. Seiring bertambahnya usia, perubahan pun banyak terjadi. Kemana arah perubahan itu, tentu semua elemen berharap tentang hal-hal positif. Lalu, apa komentar para pejabat FBS dan dosen-dosennya berikut tentang Dies Natalis?

Prof. Dr. Setya Yuwana Sudikan, M.A.
(Dekan Fakultas Bahasa dan Seni)
Apa makna Dies Natalis bagi Anda?
Dies Natalis adalah sebuah peristiwa penting. Titik ini akan menggiring ke masa-masa awal Unesa berdiri. Bertambahnya usia selalu dibarengi dengan pengharapan akan makin bertambahnya kedewasaan dalam semua aspek.
Apa harapan Anda di usia yang ke-49?
Semua kembali ke tema Dies Natalis tahun ini “Unesa Siap Menyongsong ASEAN Community”. Sesuai tema tersebut, Unesa diharapkan mampu memperbanyak kerjasama internasional.
Apa saran/masukan untuk Unesa di usianya yang ke-49?
Unesa harus berupaya memberikan bekal terbaik bagi mahasiswa calon lulusannya. Bekal itu ialah pembiasaan berada pada lingkungan akademik internasional. Hal itu karena pada 2015 mendatang, siap atau tidak, bangsa Indonesia harus mampu bersaing dengan sumber daya manusia negara-negara di wilayah Asia Tenggara.



Dr. Syamsul Sodiq, M. Pd.
(Kaprodi Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS)
Apa makna Dies Natalis bagi Anda?
Dengan adanya Dies Natalis kita dapat mengingat masa-masa kelahiran. Di sana ada suka cita, semangat, dan mimpi. Kita selalu punya mimpi untuk masa depan.
Apa harapan Anda di usia yang ke-49?
Di Surabaya ada tiga perguruan tinggi besar yang dapat dijadikan bandingan. ITS dengan ilmu tekniknya, Unair dengan ilmu murninya, dan Unesa dengan pendidikannya. Di luar itu, masih ada perguruan-perguruan tinggi lain dengan spesifikasinya masing-masing. Apapun itu, di dunia pendidikan Unesa harus menjadi rujukan satu-satunya.
Apa saran/masukan untuk Unesa di usianya yang ke-49?
Mari kita punya mimpi, khususnya di jurusan. Jurusan apa pun di Unesa harus dikenal secara spesifik dari kekhasannya. Dan predikat itu tidaklah kecil, namun besar.



Drs. Suwarno Imam Samsul, M. Pd.
(Kaprodi Bahasa Jerman, FBS)
Apa makna Dies Natalis bagi Anda?
Dengan adanya Dies Natalis, kita dapat melihat seberapa jauh kita berjalan. Di titik inilah, kita harus mampu mengintrospeksi diri.
Apa harapan Anda di usia yang ke-49?
Menjadi perguruan tinggi yang semakin dewasa, dalam arti mampu membenahi kondisi terburuk pun.
Apa saran/masukan untuk Unesa di usianya yang ke-49?
Di dunia ini tidak ada yang sempurna. Kesempurnaan pun juga tidak mungkin dicapai. Paling tidak Unesa bisa mandiri, terutama dalam hal penganggaran. Artinya, Unesa harus bisa income generating, memanfaatkan kekuatannya sendiri untuk bisa memperkuat anggaran. Caranya bisa dengan memanfaatkan sarana dan menjual Unesa dari sisi akademik, sehingga tidak terus-menerus mengeruk SPP dari mahasiswa.



Drs. Suharmono Kasiyun, M. Pd.
(Dosen Sastra Bandingan di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Apa makna Dies Natalis bagi Anda?
Secara umum Dies Natalis adalah ulang tahun. Melalui Dies Natalis itu, kita dapat merefleksikan apa yang telah dicapai Unesa pada tahun sebelumnya. Dengan begitu, kita dapat membuat semacam jangkauan masa depan untuk hal-hal yang lebih baik lagi.
Apa harapan Anda di usia yang ke-49?
Semoga Unesa menjadi perguruan tinggi yang diperhitungkan, tidak hanya di mata nasional, tapi harus melenggang ke kancah internasional.
Apa saran/masukan untuk Unesa di usianya yang ke-49?
Unesa harus meningkatkan profesionalisme dosen, sehingga paling tidak jumlah profesor bisa menunjang kualitas pendidikan di Indonesia. Selain itu, fasilitas untuk dosen dan mahasiswa harus ditingkatkan agar proses belajar mengajar dapat berjalan baik.




Nur Wakhid Hidayatno, S. Sn., M. Sn.
(Dosen Seni Patung di Jurusan Pendidikan Seni Rupa, FBS)
Apa makna Dies Natalis bagi Anda?
Dies Natalis bisa diartikan sebagai unjuk kebolehan. Yang mesti dipertontonkan adalah produk dari masing-masing jurusan. Produk tersebut berupa ilmu yang harus diaplikasikan nyata untuk masyarakat.
Apa harapan Anda di usia yang ke-49?
Lulusan Unesa telah dibekali ilmu pengetahuan dan keterampilan, sikap yang baik, serta kecerdasan spiritual, intelektual, sosial dan emosional. Semoga lulusan Unesa dapat sepenuhnya berguna bagi masyarakat.
Apa saran/masukan untuk Unesa di usianya yang ke-49?
Tidak hanya wajah, tapi isi juga harus bagus. Artinya, lulusan Unesa harus mengintegrasikan diri dengan lingkungan dan mengabdikan diri kepada masyarakat. Mereka harus berkompetisi secara sehat dan sportif.



Agung Ari Subagyo, M. Fil. I.
(Dosen Agama Islam di Jurusan Desain Grafis, FBS)
Apa makna Dies Natalis bagi Anda?
Dies Natalis adalah sebuah sarana introspeksi diri untuk memaknai peran pendidikan.
Apa harapan Anda di usia yang ke-49?
Berharap sekali Unesa lebih memberi perhatian pada materi-materi spiritual untuk menunjang pendidikan karakter mahasiswa.
Apa saran/masukan untuk Unesa di usianya yang ke-49?
Unesa seyogyanya juga memperhatikan nuansa-nuansa spiritual di lingkungan kampus. Dimulai dari hal kecil saja, seperti penyelenggaraan kegiatan agama oleh BEM Jurusan.



Prof. Dr. Udjang Pairin, M. Pd.
(Dosen Linguistik di Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah, FBS)
Apa makna Dies Natalis bagi Anda?
Dies Natalis adalah memperingati hari jadi. Peringatan ini adalah kesempatan emas untuk menata lebih baik umur yang makin dewasa ini.
Apa harapan Anda di usia yang ke-49?
Peringatan Dies Natalis ini hendaknya menggambarkan kemajuan dari waktu ke waktu terutama dalam hal tridarma perguruan tinggi. Di bidang pendidikan, akan lebih baik bila Unesa mau menata SDM dosen dengan cara dikuliahkan sehingga terbentuklah pengajar yang profesional. Di bidang penelitian, diharapkan Unesa memberi kesempatan pada semua dosen untuk terlibat dalam penelitian sehingga bisa ditandingkan secara kompetitif sampai kancah internasional. Sedangkan di bidang pengabdian, diharapkan Unesa dapat merangkul lembaga-lembaga terkait seperti sekolah atau penyandang dana sehingga bisa memberi semacam peluang untuk meningkatkan kualitas sekaligus mendekatkan misi dan visi perguruan tinggi pada kepentingan nyata di masyarakat.
Apa saran/masukan untuk Unesa di usianya yang ke-49?
Unesa harus memperbaiki SDMnya. Selama ini, Unesa belum memberi kontrol pada sekolah beasiswa. Mahasiswa yang selama kuliah mendapatkan beasiswa malah tidak lulus-lulus. Sudah banyak kasus seperti itu. Karena kontrol yang lemah tersebut, tidak ada motivasi yang mengikat. Tujuan menyekolahkan menjadi tidak efektif lagi. Bagi mahasiswa semacam itu, kuliah mungkin adalah hobi. Tidak hanya mahasiswa, dosen juga demikian. Gaji sudah masuk rekening, tapi dosen tersebut malah jarang mengajar. Itu menandakan bahwa aturan yang baik belum tentu mengikat.
 (San)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

No comments:

Post a Comment