Background

Tuesday, March 13, 2018

Mengubah Penggambaran Watak Tokoh dengan Cara yang Berbeda

Langsung ke Tidak Langsung

1
Meskipun Pak Budi memiliki hektarean sawah, rumah bertingkat dan berhalaman luas, puluhan mobil dan perusahaan di berbagai tempat, namun dia sangat pelit. Ketika ada pembangunan masjid di kompleks rumahnya, tak sedikit pun dia memberikan sumbangan. Para tetangga yang meminta pinjaman juga tak pernah diberi.
2
Ayu adalah gadis hitam manis yang lembut dan ramah. Dia memiliki ukuran tubuh yang lebih mungil dari teman-teman sebayanya. Ayu punya banyak teman, salah satunya Lisa. Lisa merasa sangat nyaman berteman dengan Ayu karena menurutnya Ayu adalah teman yang baik.
3
Meskipun gadis itu berasal dari keluarga kaya, dia tetap pemalu dan cenderung tertutup.
4
Andi adalah seorang anak yang penurut. Dia juga jarang keluar rumah karena tidak percaya diri untuk bergaul dengan teman-teman di lingkungan sekitarnya. Selain itu, dia merupakan anak yang penyabar dan tidak mudah marah. Akan tetapi, itu tidak membuatnya mudah terintimidasi oleh orang lain. Dia seorang anak yang kuat hatinya.
5
Paijo adalah seorang petani desa yang sangat penyabar, suka beribadah, dan banyak amalnya. Hari-hari yang dia lewati hanyalah bekerja di ladang. Maklumlah, dia seorang pekerja keras.



Tidak Langsung ke Langsung

1
"Ih, Rara itu emang suka bohong, ya! Katanya ngerjain PR sendiri. Nyatanya ngerjain bareng guru lesnya. Huh!"
2
"Nana nggak mau! Pokoknya harus hari ini! Kalau nggak dibeliin hari ini, Nana mau kabur dari rumah!"
3
“Eh, maafkan aku,” ucap Mira.
“Maaf maaf, kalau jalan pake mata, jangan maen tabrak orang. Lihat buku dan iPad milikku jatuh. Bagaimana kalau rusak? Mau tanggung jawab ?” bentak Indri.
“Tapi aku tidak sengaja,” sesal Mira.
4
”Aku tidak peduli! Pokoknya hari ini, malam ini, detik ini juga kalian angkat kaki dari rumah ini!” Sang juragan menatap Adi dan ibunya dengan mata penuh api.
    ”Juragan, kasihanilah kami. Beri waktu seminggu lagi, kami akan segera lunasi uang kontrakan.” Ibu memandang sang juragan dengan air mata berlinang.
5
"Ayo Adi, bangun-bangun," kata ibu.
"Adi masih ngantuk Bu," jawab Adi malas.
"Sekarang sudah pukul 07.00 Adi!" Kata ibu setengah marah.
Sontak aku terkejut. Mataku yang masih ngantuk sekarang menyala 100 watt. Langsung aku melompat dari tempat tidurku dan lari terbirit-birit ke kamar mandi. Byurrrr... bunyi air yang kutimba. Tanpa pamit ke ibu aku langsung mengayuh sepeda ke sekolah. Namun apa daya, setibanya di sekolah bel tanda masuk sudah berbunyi. Ah! sialnya nasibku.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

No comments:

Post a Comment