Background

Friday, March 1, 2013

Meneladani Kisah Hidup Alumni Unesa, Direktur PEAC Bromo

Sempat Tidak Serius Kuliah


“Hadir dan mengalir. Hadir berarti keberadaan saya diakui oleh lingkungan dimana saya berada. Mengalir berarti mampu memberi manfaat bagi sesama dalam harmoni kehidupan”

Itulah prinsip hidup yang dipegang teguh oleh Samsul Hadi, alumni Universitas Negeri Surabaya angkatan 1972. Melanglang buana sebagai seorang pengusaha sukses, direktur PEAC Bromo (Promoting Enterprise Access to Credit)  ini sibuk dengan profesinya sebagai social enterpreneur untuk urusan bisnis, asosiasi bisnis, komunitas bisnis, dan organisasi sosial.

Sumber: peacbromo.co.id
Selengkapnya...

Menengok Cerita E. Yonohudiyono, Mantan Dekan FBS Unesa

Pejuang Trikora yang Berani Menantang Maut


“Hidup seperti rel kereta api. Menyeimbangkan jalannya kereta seperti menyeimbangkan dunia dan akhirat, pun spiritual dan material”

Itulah falsafah hidup yang dipegang teguh oleh E. Yonohudiyono, mantan dekan FBS Unesa periode 1999-2002. Pria berumur 71 tahun tersebut memang sudah purnatugas, namun ia masih dipercaya untuk mengampu mata kuliah Bahasa Jawa Kuna di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Hampir 50 tahun lamanya ia mengabdi di dunia pendidikan. Jalan yang ditempuhnya untuk menjadi orang besar tidaklah mudah, apalagi kisah hidupnya itu sempat dibumbui dengan cerita peperangan di Papua. Setelah melewati masa-masa pengabdian yang penuh aral, kini pria kelahiran Blitar, 10 Juni 1942 tersebut telah menikmati buah kerja kerasnya.

Sumber: surabayapost.co.id
Selengkapnya...

Fifi Nurmaningtyas, Wisudawan Terbaik FIP

Menjadi Terapis untuk Anak Autis

Menamatkan semester 9-nya dari jurusan psikologi Universitas Negeri Surabaya, Fifi Nurmaningtyas, begitu namanya, berhasil menyelesaikan skripsinya yang berjudul “Gambaran Sibling Rivalry pada Anak ASD (autistic spectrum disorder) dan Saudara Kandungnya (Studi Kasus di Sekolah At-Taqwa Surabaya)”. Mahasiswa yang sehari-harinya dipanggil Fifi ini mengaku memilih judul tersebut karena tertarik pada permasalahan gangguan autis yang kemudian memunculkan pertanyaan bagaimana hubungan mereka dengan saudara kandungnya. Dalam hal ini Fifi lebih memfokuskan pada hubungan persaingan antarindividu.

SAYANG ANAK: Fifi (jilbab biru) berfoto bersama anak-anak penyandang autis.
Selengkapnya...

Adhik Octa Prihatini, Wisudawan Terbaik FIK

Semua untuk Klub

Hanya dalam 7 semester, Adhik Octa Prihatini, begitu namanya, berhasil menyelesaikan skripsinya yang berjudul “Evaluasi Kondisi Fisik Atlet Ikatan Pencak Silat Indonesia Cabang Bojonegoro”. Mahasiswi dari jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan itu berhasil meraih ipk tertinggi sebesar 3,59. Mahasiswi yang sehari-harinya dipanggil Octa itu mengaku memilih judul tersebut karena pencak silat merupakan salah satu olahraga budaya asli bangsa Indonesia. Di Bojonegoro, pencak silat merupakan salah satu cabang olahraga yang diperhitungkan selain panahan dan sepakbola karena turut menyumbang medali dalam berbagai even, baik level Jatim maupun Nasional. Untuk itulah, perlu kiranya mengevaluasi kondisi fisik atlet IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia ) Cabang Bojonegoro, khususnya atlet kategori tanding putra remaja.

Selengkapnya...